Rabu, 06 Februari 2013

Wanita


banyak pernyataan yang mengemukakan bahwa wanita itu hebat. iya memang. ini bukan semata-mata karena aku wanita dan aku membela kaumku, bukan. sama sekali bukan. aku punya beberapa bukti untuk menguatkan statement di atas. simak bukti di bawah ini :

1. sejak pertama kali keluar dari rahim ibu, kaum wanita akan mengalami sedikit penyiksaan pada salah satu organ tubuhnya. kita semua tahu anting-anting yang sering dipakai oleh kaum wanita, benda kecil yang menempel di daun telinga kaum wanita inilah yang menjadi asal usul penyiksaan. jika ada yang bertanya mengapa bisa anting-anting yang menyebabkan penderitaan kaum wanita, maka jawabannya adalah karena untuk mengaitkan anting-anting dengan daun telinga, membutuhkan sebuah lubang pada daun telinga. proses pembuatan lubang inilah yang sedikit menyakitkan apalagi untuk ukuran bayi yang baru saja dilahirkan. aku masih ingat betul, dulu pembuatan lubang pada daun telinga kedua adik kembarku yang masih sangat kecil menyebabkan tangisan keras yang tak berujung.

2. sejak usia 11-13 tahun atau dalam islam biasanya disebut baligh, kaum wanita akan memasuki fase baru dalam hidupnya. biasanya disebut fase peralihan dari fase anak-anak menuju fase dewasa. tanda-tanda anak perempuan yang akan meninggalkan fase anak-anaknya adalah dengan mendapatkan tamu bulanan. memang sih jika mendapat tamu bulanan, kaum wanita mendapatkan dispensasi meninggalkan shalat, puasa (karena memang diharamkan). tapi jangan kira selama tamu itu terus tinggal selama 5-7 hari, kehidupan kaum wanita akan berjalan lancar. sama sekali tidak. karena biasanya menurut pengalaman pribadi, selama hari pertama sampai hari ketiga, perut dan pinggang akan mengalami sakit yang luar biasa. badan juga rasanya capek dan pegal semua. tidur tidak tenang karena dalam posisi bagaimanapun, perut akan tetap sakit (biasanya aku sampai pakai dua guling untuk mengganjal perut dan pinggang -,-). belum lagi repotnya insiden kebocoran. jerawat yang bermunculan pada wajah. emosi yang tidak stabil. semua serba ribet kalau tamu sudah datang. dan siklus ini akan mendatangi kaum wanita setiap bulannya sampai masa menopause tiba, yaitu sekitar umur 40-50 tahun, lama sekali. tapi semua itu harus disyukuri, karena kalau tamu tidak mau datang, maka kita sendiri yang akan repot (khususnya untuk wanita yang belum menikah).

3. setelah menikah, kaum wanita akan mengalami fase kehamilan. untuk poin ini dan poin selanjutnya aku tidak tahu pasti sih bagaimana rasanya, karena memang belum pernah mengalami. jadi yang aku tuliskan di sini hanya berdasarkan pengalaman orang-orang terdekat yang pernah mengalami. fase kehamilan akan sangat menyenangkan bagi para ibu, khususnya bagi wanita yang baru akan menjadi ibu. tapi, seperti halnya poin kedua, fase ini memiliki banyak sekali dinamika. mulai dari ngidam, mual, sampai senangnya waktu adek bayi yang di dalam perut bergerak-gerak (dulu waktu ibuku hamil adik, aku sering menangkap pergerakan adikku dari luar perut ibu, mereka lagi bertengkar kata ibu :3). waktu aku tanya ibu soal ngidam, ibu menjawab : ngidam itu intinya menginginkan sesuatu secara berlebihan dan harus dituruti. wah kalau begini urusannya, dari dulu kaum laki-laki yang akan dibingungkan. iya kalau ngidamnya makanan standart yang sering ditemui di sekitar tempat tinggal, kalau ngidam makanan yang jarang bagaimana? atau ngidam buah yang pada waktu itu sedang tidak musim berbuah. atau yang paling ekstrim ngidam mencium artis korea :p.

4. setelah fase kehamilan maka kaum wanita akan mengalami fase melahirkan. fase melahirkan ini yang paling puncak dari kehebatan seorang wanita. wanita yang melahirkan, dituntut untuk mengorbankan segalnya demi janin yang ada di rahimnya supaya bisa merasakan atmosfir dunia. bahkan saking dahsyatnya perjuangan melahirkan, wanita yang meninggal karena melahirkan akan mendapatkan pahala sebesar pahala mati syahid, subhanllah. setelah mewati fase ini, kaum wanita akan menjadi seorang ibu, dimana surga dinobatkan berada di bawah telapak kakinya.

Seperti itulah kebehatan-kebatan wanita yang luar biasa. semoga artikel ini bisa mengingatkan pada para wanita bahwa kita sangat hebat. dan untuk laki-laki, semoga artikel ini bisa membuatnya lebih menghormati ibu, kakak perempuan, adik perempuan, istri, pasangan, dan seluruh kaum wanita di seluruh dunia. 

Selasa, 05 Februari 2013

Seluk Beluk Kemenangan


butuh berapa kali kekalahan lagi yang harus kulewati untuk mengecap manisnya kemenangan? bahkan saking hinanya diriku, untuk lomba skala kecil saja namaku tak pernah dicantumkan dalam kolom pemenang. padahal menurut penilaianku, karya yang kukirimkan juga sudah cukup baik. setidaknya tidak jelek. apakah itu belum cukup? atau mungkin karena niatku yang semata-mata hanya ingin mendapatkan imbalan yang menyebabkan susahnya menembuskan namaku ke kolom pemenang? atau karena faktor kutukan yang selalu melekat padaku? atau mungkin ini hukuman karena selama ini aku telah berkelakuan buruk?

semua yang kuinginkan dengan amat sangat selalu saja hasilnya malah bertolak belakang. selalu, selalu saja. padahal aku telah berusaha dan berdoa dengan baik. aku tahu Kau Maha Mengerti yang terbaik untuk hambaMu. tapi ya Allah aku juga manusia, manusia yang sangat menginginkan kemenangan. aku mohon ya Allah satu kali saja, hanya satu kali, tidak lebih. aku ingin satu kali mengecap manisnya kemenangan agar bisa kutuliskan dalam lembar catatan hidupku yang usang. berikan padaku satu kemenangan saja, agar bisa kuceritakan pada anak-anakku cerita kemenangan yang pernah diraih oleh ibunya. agar mereka bangga terhadapku. bangga mempunyai ibu sepertiku.

jika berbicara soal kemenangan, aku punya berbagai cerita kemenangan dari orang-orang terdekatku. kemudian dari cerita di bawah, aku bisa membagi kemenangan menjadi beberapa jenis. untuk lebih lengkapnya, silahkan baca tulisan di bawah ini.

jika aku melihat kehidupan salah satu teman yang memiliki keberuntungan luar biasa dalam hidupnya, saat itu juga kemanusiaanku diuji. aku jadi iri dibuatnya. lalu timbullah sejuta mengapa yang mengambang bebas dalam pikiranku. mengapa dia bisa mendapatkan segala yang diinginkannya? padahal berusaha saja asal-asalan. mengapa aku susah sekali mendapatkan apa yang kuinginkan padahal usahaku  jauh lebih besar dari usahanya. mengapa harus dia yang Kau beri nikmat itu? padahal berusaha mendekat padaMu saja jarang. waktu kutanya bagaimana caranya dia bisa seperti itu, dia hanya menjawab : aku hanya mengandalkan keberuntungan. kemudian pertanyaan lain muncul dalam pikiranku : bagaimana bisa keberuntungan terus mendatangimu bertubi-tubi seperti itu? tapi pertanyaan itu hanya kubiarkan mengambang dalam otakku.

lain lagi cerita ini. temanku yang kedua ini memang tipe pekerja keras. dia selalu berusaha dengan sungguh-sungguh ketika akan menghadapi sebuah perlombaan. selain itu, dia juga selalu berusaha menjalin kedekatan denganNya. pantas saja dia terus-terusan menang. kemudian sewaktu kutanya bagaimana cara dia untuk menang, dia menjawab dengan tegas : keringat saja tidak cukup untuk mengganti usaha kita. kemenangan mengingikan tangisan darah dari air mata kita. waaaw, sampai sebegitu jahatnyakah sebuah kemenangan melalui kacamatanya?

kemudian selanjutnya adalah kisah kemenangan dari dia. ya, yang kumaksud adalah dia yang sering kuceritakan dalam blog ini. mungkin dia memang ditakdirkan untuk jadi pemenang. sejak kecil, dia selalu memenangkan perlombaan yang dia ikuti. dia juga selalu terpilih menjadi pemimpin dalam lingkungan sekolahnya bahkan sampai sekarang. mungkin kalau aku disuruh menuliskan seluruh prestasinya, maka halaman blog ini akan penuh. semua itu berkebalikan denganku. sewaktu kutanya bagaimana cara dia mendapatkan kemenangan beruntun seperti selama ini, dia menjawab dengan sangat panjang, seperti biasa. begini intinya : siapkan diri sebaik-baiknya, siapkan mental (untuk perlombaan yang melibatkan lisan seperti : audisi, presentasi paper) dan pastinya doa karena dia percaya sebaik apapun kita berusaha, tetapi jika Allah tidak mengizinkan maka kita tidak akan bisa menang.

dari cerita-cerita di atas dapat kuambil kesimpulan, bahwa sebuah kemenangan datang pada manusia dengan wajah yang berbeda-beda. kemenangan tidak hanya bermuka dua, tapi dia bermuka banyak.

dari cerita teman pertama, aku menganalogikan kemenangan yang datang padanya sebagai malaikat yang wajahnya bersinar sinar. tidak seperti kisah kemenangan lain yang mengikutkan doa dalam ikhtiarnya, kemenangan yang datang pada teman pertama ini tidak memerlukan modal apa-apa. aku tidak tahu cara kerjanya bagaimana. dan yang tidak habis kupikir adalah apa keuntungan Allah memberi nasib baik pada orang seperti ini? wallahualam.

selanjutnya dari cerita teman kedua, aku menganalogikan kemenangan yang datang padanya sebagai dept collector yang wajahnya garang, berkacamata hitam, berjaket kulit, dengan kepala botak dan kulit coklat gelap. kemenangan jenis ini bisa dibilang kemenangan yang paling mahal diantara yang kemenangan yang lain. kedatangannya harus dibayar dengan harga yang pantas, berupa air mata darah dari mata sang pemenang.

yang terakhir ini adalah wajah kemenangan yang paling baik. dari cerita kemenangan dari dia, aku menganalogikan kemenangan sebagai sahabat yang selalu tersenyum. kemenangan ini tidak sebaik kemenangan jenis pertama yang tidak perlu modal apa-apa selain keberuntungan, tapi juga tidak kejam seperti kemenangan jenis kedua yang selalu menuntut bayaran mahal atas kedatangannya. seperti sahabat yang selalu mengingatkan, tipe kemenangan ini memantau setiap manusia yang didatanginya. manusia diingatkan untuk tidak bersantai-santai hanya menunggu keberuntungan jatuh dari langit. tapi jenis kemenangan ini juga tidak memaksakan dengan berusaha terlalu keras. karena manusia juga mempunyai batas usaha kan?

jadi itulah jenis-jenis kemenangan yang bisa kuanalogikan dari berbagai pengalaman orang-orang terdekat. semoga setelah mencoba memahami seluk beluk kemenangan, aku diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu dengannya. sekali saja seumur hidup, sudah lebih dari cukup bagiku. tipe kemenangan kedua juga tidak apa-apa. asalkan aku bisa merasakannya dan bisa  kuceritakan pada anak-anakku kelak.

Senin, 10 Desember 2012

Ulang Taun Lagi :*

Mungkin postingan ini terasa sangat terlambat, mengingat ulang tahunku diperingati setiap bulan oktober. Hahaa terlambat sekali memang, tapi nggak apa-apa lah, yang penting diposting, daripada nggak sama sekali :D. Jadi memang keterlambatan postingan dan sedikitnya kuantitas postingan di tahun 2012 ini adalah disebabkan karena tidak adanya sambungan internet dan terlalu banyak dijejali oleh tugas-tugas kampus -_____- (bahasanya gara-gara nulis laporan praktikum nih) .


Mungkin di sini aku nggak akan cerita banyak. Cuma mau share hadiah (baca : kelebay an) yang dikasih sama dia aja :3.  jadi langsung aja yaa ceritanya :
Ulang tahunku tahun ini terasa berbeda. Berbeda karena aku mendapat banyak hadiah dari kamu, tetapi ironisnya aku malah tidak mendapat apapun dari teman-temanku. Jadi waktu itu ceritanya aku lagi di rumah, liburan idul adha. Lah si kamu memang sudah jauh-jauh hari merencanakan datang ke rumahku pas hari H itu. Alhasil aku pagi pagi sudah mandi, rumah juga sudah rapi, trus masakan juga sudah siap semua, demi menyambut tamu agung dari negeri antah berantah :p.

Sebelum berangkat, kamu suda memberi petunjuk lewat sms, yang isinya : nanti kalo suda deket, aku sms yaa, kamu tunggu di teras :).  Aku jawab : iyaaa :D. Dan setelah dua jam lebih dikit setelah itu, sms mu muncul di hpku. Tanpa pikir panjang aku langsung bersiap di teras untuk menyambut kamu. Eeh ternyata pas kamu benar-benar dateng dan pas aku ngeliat kamu dengan kado yang mau kamu kasi ke aku di jok belakang motor mbakmu, aku langsung shock. Gimana nggak shock coba, lah si kamu mbawa hadiahnya satu kardus besaaaaaar banget, kamu memang benar-benar manusia allay  -_______-

Pertama kali aku keluar, kamu Cuma duduk diam di motor sambil kipas kipas gara-gara habis kejebak macet di dua tempat berturut-turut*kasiaaan:D. Tapi nggak lama setelah itu kamu bilang : happy birthday yaa, ini buat kamu, tapi bukanya nunggu aku pulang yaa. Aku : haaaaa kamu looh, ualay.



Setelah itu, kamu bersantai di rumahku sampaaaaai habis maghrib. Setelah shalat maghrib, kamu pulang dengan membawa bekal makanan dari ibuku (seperti biasa) dan dibawakan sedikit donat untuk kamu dan juga mbakmu. Setelah kamu pulaaaang, aku langsung bergerak untuk membuka kado besar itu dan ternyata isinya adalah :




Boneka, tempat minum, tempat pensil, sama buku pelangi hello kitty, terus sama satu kado yang request dari aku. Hahaaa ternyata benar-benar kamu belikan, maaci looh yaa,, maaci nya yang buuuanyaak. akuu...ssttt kamu deh pokonya :3.  


Dear You :)


dulu aku sangat menantikan datangnya dia. dia yang kalem. dia yang alim. dia yang bisa menegurku ketika aku lupa. dia yang senantiasa membangunkanku setiap malam untuk mengingat Allah. dia yang selalu mengajakku berpuasa setiap senin dan kamis. dia yang mengingatkanku ketika aku salah. dia yang bisa mendinginkan hatiku jika aku marah. dia yang mendekapku saat aku lelah. dia yang menghapus air mataku ketika tak kuasa aku menahannya. aku merindukannya setiap saat. aku menunggunya datang setiap waktu. aku menunggunya dari mulai lelah sampai aku menjadi sangat lelah. dia... tak datang juga.

aku menjaga semua yang ada di diriku hanya untuk kuhadiahkan padanya, tapi dia tak kunjung datang. setiap malam kuhabiskan untuk menangis, merengek, dan meminta padaNya untuk menunjukkan titik pusatku pada dia. menunjukkan jalan menuju koordinatku.

mungkin dia telah menemukanku ?
tak lama berselang, aku mendapati diriku seperti di alam mimpi. aku bertemu dengan seseorang yang dengannya aku selalu merasakan semua hal di dunia ini adalah baru. dia membuatku merasa menjadi manusia yang benar-benar menusia. dia membuatku bebas menceritakan ceritaku tentangku, kebiasaanku, kesukaan dan ketidaksukaanku pada sesuatu, dan cerita sehari-hari yang sesungguhnya biasa. dia melindungi dan menjagaku saat sosok ayah jarang terlihat di tanah rantau ini. dia selalu memenuhi semua keinginanku. dengannya tidak ada hal yang tidak mungkin. dia membuatku merasa penting dan berpengaruh. dia membuatku merasa berbeda. dia membuatku merasa...sempurna.

sejak bertemu dengannya aku selalu berdoa, semoga dia yang menemukanku sekarang adalah dia yang sama dengan dia yang kuidam-idamkan sejak lama.

tak lama setelah aku bertemu dengannya, dia mulai bertanya padaku tentang sesuatu yang tak pernah kumengerti. dia mengajakku tinggal ke dalam kehidupannya, bukan hanya sekedar berkunjung. akhirnya dengan pertimbangan alam bawah sadarku yang memakan waktu sangat lama, sesuatu yang seharusnya kujaga hanya untuk seseorang yang benar-benar memintaku melalui orang tuaku, kuberikan padanya. aku menyanggupi permintaannya untuk tinggal dalam kehidupannya.

aku atau diakah yang lebih bodoh ?
aku jelas telah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupku. mengijinkan seseorang yang belum tentu menjadi dia yang selalu kutunggu datangnya, menarikku masuk dalam segala sendi kehidupannya. dan aku juga sangat yakin kebodohan ini akan bertambah besar seiring dengan bertambahnya usiaku dan dia bersama. tapi adakah yang lebih bodoh daripada aku ? kurasa dia. dia bodoh karena memilihku. aku sering menggodanya dengan berkata bahwa alasan dia memilihku adalah karena terpaksa dan sudah tidak kuat sendirian. aku pikir itu ada benarnya. tapi dia selalu berkata dia memang memiihku karena aku berkualitas. hahaa mungkin dia hanya menghiburku.

aku memberinya apresiasi yang sangat tinggi karena telah mampu melihatku dari hatinya, bukan hanya dari kedua matanya. aku juga memberinya apresiasi karena telah berhasil menembus pagar tinggi yang telah kubangun untuk menutupi siapa diriku. aku tidak seperti aku saat dia bersamaku.

bertemu dan berpisah ?
dia membawa warna baru dalam hidupku. dia memberi senyuman dan luka, tawa dan tangis, bahagia dan sedih. karena memang selalu dalam hidup, semua hal diciptakan berpasangan pasangan kan ? bukan pasangan yang memiliki sifat sama dengan hal itu, tapi lebih kepada sesuatu yang malah bertentangan. begitu juga dengan pertemuanku dengannya, pasti suatu saat nanti ada saatnya aku dan dia akan berpisah. hanya saja baik aku maupun dia sama-sama tidak tahu menahu perihal ini, karena memang ini hanya menjadi rahasiNya. tapi bolehkah aku meminta padaMu, wahai penguasa seluruh alam semesta ? aku ingin selalu bersama dia, tak hanya di tempat kita berpijak bersama saat ini, tetapi juga di sana, di tempat yang rasa bosan tidak diakui lagi eksistensinya. cukup pisahkan kami sewaktu ruh ini tidak lagi menempel pada jasadnya. setelah perpisahan itu kumohon pertemukanlah aku dengannya lagi. aku mohon kabulkanlah inginku ini, sekali saja.

Rabu, 12 September 2012

fenomena allay :p

ini adalah fenomena yang sangat alay, judulnya adalah kelegaan setelah menyelesaikan stulabo. harusnya tulisan ini terpampang di skripsi, tapi karena saking alay nya manusia, jadilah seperti ini :



kalau ada yang pengen tahu wujud stulabo, besar stulabo itu mirip sama skripsi atau tugas akhir, tapi isinya beda. untuk lebih jelasnya, inilah gambar stulabo dari manusia alay :





kado :)



seperti sebuah magnet , kita diciptakan mempunyai kutub yg berbeda
tapi dari perbedaan itulah , kita dapat saling mendekat dan mempunyai kecenderungan terhadapnya
aku berjalan sebagaimana kutub lawan sebuah magnet ku berjalan
aku... mengikutimu
setelah sesak 17 tahun hidup kutanggung sendirian , akhirnya Allah berbelas kasihan terhadapku dan mengirimmu datang mengunjungi kehidupanku yg suram
kamu datang tidak hanya membawa warna baru dalam kehidupan suramku , tp jg warna warni terang
terima kasih untuk smua yg telah ikhlas kamu beri untukku 
semoga kita akan terus berjalan beriringan , d sini dan d dunia yg rasa bosan sudah tidak kita rasa lagi eksistensinya
sampai kapanpun , kamu akan ttp menjadi magnet k mana aku berjalan dan menjadi warna warni terang yg akan kubangun menjadi sebuah jembatan sebagai pengantar kita bertemu denganNya nanti


sidoarjo, 19 agustus 2012
diantara gema takbir


Minggu, 08 Juli 2012

Aku Ingin dia Tinggal


Kalau aku ingin dia tinggal, maka yang terjadi kelak pasti akan sebaliknya. Jka kalian bertanya mengapa bisa begitu, maka aku akan dengan enteng menjawab : karena setiap keinginanku adalah kutukan yang tidak akan pernah bertemu ujungnya. Kehadiranku bisa jadi adalah sebuah kutukan pula bagi kedua orang tuaku,atau mungkin terjadi kesalahan pada saat Dia mengurusku dulu. Sehingga jadilah aku sekarang ini, manusia penuh kutukan.

Sebisa mungkin aku melupakan mimpi-mimpi besarku dulu supaya aku tidak menelan pahit di akhirnya, dan mencoba hidup santai dan mengalir saja, namun keinginan untuk merebut mimpi-mimpi itu dari dunia khayal tetap tak mau hiang. Tak terkecuali dengan keinginan itu. Pada awalnya, sebisa mungkin aku menetralkan perasaan padanya, namun sekarang setelah beratus-ratus hari kulewati, keinginan untuk bersamanya semakin kuat. Keinginan itu menembus liar batas khayalku. Aku ingin dia tinggal, aku ingin dia yang jadi adam yang selama ini kurindukan. Allah kau dengarkah?

Tak ada yang melihatku dengan hatinya kecuali dia. Dia adalah manusia terbodoh yang kutemukan di dunia ini. Bagaimana bisa dia memilih manusia macam aku sebagai calon pendamping hidupnya kelak? Bagiku dia bukan manusia biasa yang kehidupannya hanya berjalan statis seperti kehidupanku, dia manusia unggulan. Sejak Dia mempertemukanku dengannya, hidupku berubah.

Jika dulu pembagian kelompok fisika tidak seperti itu, maka aku tidak akan pernah dekat dengannya. Atau jika dulu aku tidak memilih jurusan baru ini, dan memilih untuk menjadi ahli gizi nantinya, maka aku juga tidak akan pernah bertemu dengannya. Atau jika nilainya mencukupi untuk masuk institut terbaik bangsa, maka bisa jadi aku tidak akan pernah bertemu dia selamanya. Bukankah itu semua sudah diatur olehnya? Jalanku, jalannya telah diatur sedemikian rupa olehNya sehingga aku bisa sampai pada koordinat jalannya, jalan kita sekarang. Aku yang memilih jurusan kacau ini, padahal prospek gizi tidak main-main bagusnya. Dia yang nilanya tidak mencukupi untuk masuk institut terbaik bangsa, pada akhirnya diterima juga di jurusan kacau ini. Dan terakhir adalah kelompok praktikum fisika, yang membuat jalanku dan jalannya semakin terhubung.

Seperti layaknya pertemuan pada umumnya, pertemuanku dengannya pasti akan bertemu perpisahan pada akhir ujungnya. Namun bolehkah, aku, manusia penuh kutukan ini berharap perpisahanku dan dia itu hanyalah maut? Sekali lagi Allah kau dengarkah? Manusia kutukanmu ini benar-benar serakah, dia benar-benar jatuh cinta pada manusia yang tak sepadan dengannya.

 

(c)2009 My Little World.... Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger